PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN ANAK BERBICARA DI KELOMPOK B2 TK NEGERI MODEL TERPADU MADANI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE
Kata Kunci:
Metode Bercerita, Kemampuan anak BerbicaraAbstrak
Masalah yang dikaji dalam artikel ini kemampuan anak berbicara belum berkembang sesuai harapan. Upaya mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan anak berbicara di kelompok B2 TK Negeri Model Terpadu Madani Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan jenisnya eksperimen. Subjeknya 11 anak yang terdiri dari 6 laki-laki dan 5 perempuan, terdaftar tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis dengan teknik presentase. Data sebelum perlakuan kemampuan menyebutkan kosa kata BSB 9%, BSH 18%, MB 45%, BB 27%. Kemampuan menjawab pertanyaan BSB 9%, BSH 9%, MB 45%, BB 36%. Kemampuan menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita BSB 9%, BSH 15%, MB 42% BB 33%. Setelah diberi perlakuan kemampuan menyebutkan kosa kata BSB 18%, BSH 36%, MB 27%, BB 18%. Kemampuan menjawab pertanyaan BSB 27%, BSH 36%, MB 18%, BB 18%. Kemampuan menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita BSB 18%, BSH 45%, MB 18%, BB 18%. Rata-rata ketiga aspek yang diamati sebelum perlakuan kategori BSB, BSH dan MB 66%. Sesudah perlakuan kategori BSB, BSH, dan MB 81%. Dapat disimpulkan ada pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan anak berbicara terbukti ada peningkatan 15% kategori BSB, BSH dan MB dari semua kemampuan yang diamati.