DARI HUTAN KE RITUAL: Kain Kulit Kayu di Sulawesi Tengah Perspektif Sejarah-Antropologi
Abstrak
Kain kulit kayu merupakan salah satu bentuk budaya material tertua di kawasan tropis yang berkembang luas di Sulawesi Tengah. Kajian ini membahas sejarah panjang kain kulit kayu mulai dari fungsi awalnya sebagai pakaian universal masyarakat tropis hingga transformasinya menjadi medium simbolik, sosial, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber etnografi, arsip kolonial, dan kajian antropologi budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kain kulit kayu bukan sekadar benda material, melainkan bagian integral dari sistem kosmologi, struktur sosial, identitas budaya, dan praktik ritual masyarakat. Tradisi ini berkembang luas di berbagai komunitas seperti Pamona, Wana, Mori, Kulawi, Pipikoro, dan Lore. Masa kolonial serta masuknya tekstil modern menyebabkan kemunduran penggunaan kain kulit kayu, namun tradisi ini tetap bertahan sebagai simbol identitas budaya dan warisan lokal. Hasil kajian ini menegaskan bahwa kain kulit kayu merepresentasikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas yang terus dinegosiasikan dalam konteks modernitas.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Magau Historia Jurnal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
