Analisis Kadar Vitamin B1 dan C Pada Lamun (Seagrass) Di Teluk Palu

Penulis

  • Heti Rati Hartinengsi Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Tadulako, Indonesia
  • Tahril P Taba Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, Universitas Tadulako, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/me.v19i2.1408

Kata Kunci:

Spektrofotometer UV-Vis, Vitamin B1, Vitamin C, Lamun

Abstrak

Lamun merupakan salah satu tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang sepenuhnya mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan perairan yang banyak ditemukan di pesisir pantai Teluk Palu. Tumbuhan lamun juga kaya akan antioksidan seperti vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar vitamin B1 dan vitamin C yang terkandung dalam lamun jenis Enhalus acoroides menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Pada pengujian kadar vitamin B1 digunakan pelarut yaitu dapar ammonia, biru bromotimol dan polivinyl alkohol. Dan pada pengujian kadar vitamin C digunakan pelarut aquades. Hasil perhitungan menunjukkan kadar vitamin B1 dalam daun lamun sebesar 104,33 mg/100g dan dalam batang lamun sebesar 197 mg/100g pada panjang gelombang 616 nm. Kadar vitamin C dalam daun lamun sebesar 17,49 mg/100g  dan dalam batang lamun sebesar 45,23 mg/100g pada panjang gelombang 265 nm.

Referensi

Zurba, N, “Pengenalan padang lamun, suatu ekosistem yang terlupakan”, Lhokseumawe: UNIMALPRESS, 2018.

Sjafrie, N. D. M., Hernawan, U. E., Prayudha, B., Supriyadi, I. H., Iswari, M. Y., Rahmat, Anggraini, K., Rahmawati, S. & Suyarso, “Status padang lamun Indonesia 2018”, Ver. 2. Jakarta: Puslit Oseanografi – LIPI, 2018.

Taba, T.P., Nafie, N. L., Noor, A., Ratna & Muzakkar, M. Z, “Fatty acid map of various species seagrasses on the Donggala Beach”, IOP Conference Series: Earth and Enviromental Science. 10(1), 2019, pp 1-8.

Winarsi, H, “Antioksidan alami dan radikal bebas”, Yogyakarta: Kanisius, 2007

Puspasari, A. R., Dewi, E. N. & Rianingsih, L, “Aplikasi antioksidan dari ekstrak lamun (Cymodocea rotundata) pada minyak ikan tongkol (Euthynnus affinis)”, AGRITECH. 37(2), 2017, pp 115-120.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, “Gizi dan Kesehatan Masyarakat”, Jakarta: Rajawali Press, 2014

Pakaya, D, “Peranan vitamin C pada kulit”, Jurnal Ilmiah Kedokteran. 1(2), 2014, pp 45-54.

Maulana, A., Abidin, Z., Sadjidin, S. & Naid, T,, “Analisis kadar vitamin C pada buah delima (Punica granatum L.) merah dan putih secara spektrofotometri UV-VIS”, Window of Health : Jurnal Kesehatan. 2(2), 2019, pp 155-161.

Hafiludin, “Analisis kandungan gizi pada ikan bandeng yang berasal dari habitat yang berbeda”, Jurnal Kelautan, 8(1), 2015, pp 37-43.

Taba, T.P., Taba, P., Nafie, N. L. & Noor, A, “Profile of metals Fe in lay ecosystem using ICP-OES in Donggala District, Indonesia”, Current Chemistry Letters, 9, 2020, pp 1-8.

Chandra, B., Zulharmita & Putri, W. D, “Penetapan kadar vitamin C dan B1 pada buah naga merah (Hylocereus Lemairel (Hook.) Britton & Rose) dengan metode spektrofotometer UV-Vis”, Jurnal Farmasi Higea, 11(1), 2019, pp 62-74

Yazid, E. & Nursanti, L, “Penuntun praktikum biokimia untuk mahasiswa analisis”, Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2006.

Aisyah Sitti, “Analisis Kadar Falvonoid pada Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus L.)”, Skripsi Univeritas Tadulako: Palu, 2020

Liu, S., Zuhuyuan, Z., Qin, L., Hongqun, L. & Wenxzu, Z, “Spectrophotometric determination of vitamin B1 in a pharmaceutical formulation using tryphenyl acid dyes”, Jurnal of Pharmaceutical and Biomedicl Analysis. 30(3), 2002, pp 94-665

Safaryani, N., Haryanti, S. & Hastuti, E. D, “Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap penurunan kadar vitamin C brokoli (Brassica oleracea L)”, Buletin Anatomi dan Farmasi, 15(2), 2007, pp 39-46.

Diterbitkan

2025-11-30

Cara Mengutip

[1]
H. R. Hartinengsi dan T. P. Taba, “Analisis Kadar Vitamin B1 dan C Pada Lamun (Seagrass) Di Teluk Palu”, ME, vol. 21, no. 2, hlm. 42–46, Nov 2025.

Terbitan

Bagian

Articles

Kategori