Journal History

Mosinggani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat lahir dari sebuah visi besar untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan realitas kebutuhan masyarakat. Nama "Mosinggani" dipilih untuk merepresentasikan semangat kolaborasi dan gotong royong yang menjadi fondasi utama dalam setiap aksi pengabdian. Nama "Mosinggani" diambil dari bahasa lokal di Kota Palu (Bahasa Kaili) yang berarti "Bersama-sama" atau "Saling Membantu". Nama ini merefleksikan semangat kolektivitas dan gotong-royong dalam memajukan dunia pendidikan. Kami percaya bahwa perubahan besar di sektor pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara institusi pendidikan dan masyarakat.

Jurnal ini resmi didirikan pada tahun 2026. Pendiriannya didorong oleh kesadaran mendalam akan pentingnya peran institusi pendidikan sebagai agen perubahan sosial. Di tengah dinamika zaman yang menuntut solusi praktis, para pendiri melihat adanya kebutuhan mendesak akan sebuah platform ilmiah yang mampu mendokumentasikan serta menyebarluaskan hasil-hasil pengabdian masyarakat secara sistematis. Fokus utama jurnal ini adalah memastikan bahwa inovasi di bidang pendidikan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi mampu menyentuh dan memberdayakan masyarakat luas. Dengan semangat tersebut, Mosinggani hadir untuk memberikan dampak nyata melalui publikasi yang berkualitas.

Sebagai langkah awal dalam mewujudkan visi tersebut, Mosinggani akan menerbitkan naskah-naskah terpilih untuk pertama kalinya pada Volume 1 Nomor 1, Mei 2026. Edisi perdana ini menandai komitmen jurnal dalam membangun literatur pengabdian yang berfokus pada transformasi pendidikan, penguatan kapasitas lokal, dan penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat.