Partisipasi Perempuan dalam Sejarah Kepemimpinan Sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri se-Kota Palu

https://doi.org/10.22487/mhj.v1i1.6223

Penulis

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan partisipasi perempuan sebagai kepala sekolah SMA Negeri se-Kota Palu serta mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi tersebut dari perspektif gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi, yang mengumpulkan data sekunder melalui penelusuran literatur ilmiah dan observasi digital pada situs resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 jabatan kepala sekolah pada 11 SMA Negeri di Kota Palu, sebanyak 74 jabatan diduduki laki-laki dan 16 jabatan diduduki perempuan. Setelah dihitung berdasarkan individu, terdapat 62 kepala sekolah laki-laki dan 10 kepala sekolah perempuan, dengan persentase 86,1% laki-laki dan 13,9% perempuan. SMA Negeri 2 Palu menjadi sekolah dengan jumlah kepala sekolah perempuan terbanyak, sedangkan beberapa sekolah belum pernah dipimpin perempuan. Rendahnya partisipasi perempuan disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu budaya dan stereotip gender, struktur birokrasi yang bias gender, serta beban peran ganda perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterbatasan partisipasi perempuan bukan disebabkan oleh kurangnya kompetensi, melainkan oleh hambatan sistemik yang memerlukan intervensi kebijakan berperspektif gender dalam sistem rekrutmen dan pengembangan kepemimpinan sekolah.

Kata kunci: gender, kepala sekolah, kepemimpinan pendidikan, partisipasi perempuan

Diterbitkan

2026-05-17

Cara Mengutip

Hijratul, & Zazky Arifandy, M. (2026). Partisipasi Perempuan dalam Sejarah Kepemimpinan Sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri se-Kota Palu. Magau Historia Jurnal, 1(1), 79–88. https://doi.org/10.22487/mhj.v1i1.6223