Peran Organisasi Muhammadiyah Pada Masa Mempertahankan Kemerdekaan di Sulawesi Selatan
Kata Kunci:
Muhammadiyah, Sulawesi Selatan Kemerdekaan IndonesiaAbstrak
Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak serta-merta menghadirkan stabilitas, melainkan memunculkan serangkaian tantangan berat berupa ancaman kolonialisme yang kembali hadir dan gejolak separatisme internal. Dalam konteks tersebut, peran organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan menjadi sangat strategis, namun kajian akademik tentang kontribusi Muhammadiyah di tingkat daerah khususnya Sulawesi Selatan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara historis peran Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, mencakup dimensi perjuangan bersenjata, diplomasi politik, pemberdayaan sosial, serta peran tokoh-tokoh kuncinya. Penelitian menggunakan pendekatan historis dengan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui studi dokumen arsip, sumber primer organisasi, surat kabar sezaman, wawancara dengan tokoh dan saksi sejarah, serta berbagai sumber sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah Sulawesi Selatan memainkan peran multidimensional yang signifikan. Secara kelembagaan, organisasi ini hadir sejak 1926 dan membangun jaringan kader yang solid di berbagai daerah. Dalam perjuangan bersenjata, kader-kadernya aktif terlibat dalam laskar pejuang dan ulama-ulamanya mengeluarkan fatwa jihad yang berdampak besar terhadap mobilisasi massa. Melalui jalur diplomasi, tokoh-tokoh Muhammadiyah menerapkan strategi struggle from within dalam menghadapi pembentukan Negara Indonesia Timur. Selain itu, jaringan amal usaha berupa sekolah, klinik, dan masjid berfungsi sebagai infrastruktur sosial yang menopang keberlanjutan perjuangan. Muhammadiyah Sulawesi Selatan bukan sekadar aktor pinggiran, melainkan kekuatan utama yang berkontribusi nyata dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan meninggalkan warisan kelembagaan, nilai, dan epistemologis yang relevan hingga era kontemporer.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Magau Historia Jurnal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
