Analisis Cuaca Saat Kejadian Mesoscale Convective Complex Studi Kasus 26 - 27 November 2025 Di Perairan Sumatera Barat
Keywords:
Sumatera Barat, Analisis CuacaAbstract
Mesoscale Convective Complex (MCC) berperan penting dalam pembentukan hujan ekstrem di Indonesia. Penelitian ini menganalisis kejadian MCC di Perairan Sumatera Barat pada 26–27 November 2025 menggunakan citra satelit Himawari-9 kanal 13, data curah hujan AWS Stasiun Meteorologi Minangkabau, serta data reanalisis ERA5 ECMWF. Identifikasi MCC dilakukan berdasarkan kriteria Maddox (1980) dengan menganalisis karakteristik, evolusi temporal, dan kondisi atmosfer pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MCC berlangsung selama 11 jam (19 UTC, 26 November hingga 05 UTC, 27 November 2025) dengan luas rata-rata selimut awan sebesar 403.688 km², luas inti awan 132.893 km², suhu puncak awan minimum −86,964 °C, dan nilai eksentrisitas rata-rata 0,88. Sistem MCC berkembang melalui tiga fase, yaitu fase pertumbuhan (19–21 UTC), fase matang (22–03 UTC), dan fase peluruhan (03–05 UTC). Kejadian MCC ini menyebabkan hujan ekstrem dengan intensitas maksimum 37 mm/jam dan akumulasi curah hujan lebih dari 150 mm dalam 11 jam. Analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya arus naik yang kuat hingga −2,8 Pa s⁻¹ pada lapisan 600–900 hPa yang berkorelasi dengan puncak curah hujan. Kelembapan relatif sangat tinggi (>90%) mendominasi lapisan troposfer bawah hingga menengah, dengan nilai maksimum (>95%) pada lapisan 300–500 hPa saat fase matang, yang mengindikasikan kondisi atmosfer yang mendukung perkembangan konvektif.
References
Adhitiansyah, D., & Haryanto, Y. D. (2022). Analysis of Atmospheric Conditions during the Occurrence of Mesoscale Convective Complex (MCC) in East Kalimantan and Surrounding Area (Case Study: December 26, 2021). Jurnal Geografi, 20(2). https://doi.org/10.15294/jg.v20i2.41584