Daya Pulih Masyarakat Dan Wilayah Pasca Bencana Alam Gempa Bumi Dan Tsunami Tahun 2018 Di Kecamatan Palu Utara
Keywords:
Daya Pulih Masyarakat, Daya Pulih Wilayah, Gempa Bumi dan TsunamiAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, pemetaan, serta evaluasi daya pulih masyarakat dan wilayah dampak bencana alam gempa bumi dan tsunami 28 September 2018 di wilayah Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan keruangan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Mamboro Barat sebanyak 793 KK. Sampel peneliti ini adalah 10% dari 263 KK masyarakat Kelurahan Mamboro Barat yang berada di wilayah RW 01 karena mengalami kerusakan yang sangat parah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis daya pulih masyarakat dan daya pulih wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya pulih masyarakat dan daya pulih wilayah di Kelurahan Mamboro Barat berada pada Tipe 3 (Daya Pulih wilayah tinggi, daya pulih masyarakat dan rumah tangga rendah). Tingginya daya pulih wilayah Kelurahan Mamboro Barat disebabkan karena wilayah tidak mengalami kerusakan yang cukup parah, sedangkan daya pulih masyarakat klasifikasi masuk dalam kategori rendah. Rendahnya daya pulih masyarakat Kelurahan Mamboro Barat disebabkan oleh tingkat kondisi ekonomi yang sangat rendah, kehilangan pekerjaan, kehilangan harta benda, kehilangan tempat tinggal. Diperlukan bantuan pemerintah untuk membantu percepatan pemulihan kondisi masyarakat dengan cara memberikan bantuan dalam bentuk uang maupun logistik kepada para korban terdampak bencana sehingga kehidupan ekonomi masyarakat cepat pulih sebagaimana kondisi sebelum bencana terjadi.
References
______(2007). Undang-undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.
______(2010). Laporan Penanganan Bencana di Palu, Donggala, dan Sigi. Bappenas, Jakarta.
______(2005). Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Tentang Pemetaan, Jakarta
______(2011). Undang-Undang No.1 Perumahan dan Permukiman. Jakarta.
Abdullah. (2000). Gempa bumi: Tahyul dan Model Tektonik Lempeng, HU Mercusuar, 2-3 Juli 2000, Palu.
Bayu, Baskara. (2017). Pemetaan Bahaya Gempa Bumi dan Potensi Tsunami di Bali Berdasarkan Nilai Seismisitas. Jurnal.
F. Hapsari dan S. D. Surya. (2017). Efektivitas Kelembagaan Sosial Masyarakat Dalam Pemberdayaan Wanita dan Keluarga di Kelurahan Ciraca. Journal of Applied Business and Economics.
Yunus, Hadi. Sabari. (2016). Metedologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Lilik PU, Aziz B, Iwan AS, Ika L. (2017). Metode Penelitian Geografi dan Laporan Tata Tulis Penelitian. Yogyakarta: Maghza Pustaka.
Luthfi. Muta’ali, (2016). Perencanaan Pengembangan Wilayah. Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Maliki, R. Z., Muis, A. A., & Khairurraziq. (2022). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal masyarakat desa tompe kabupaten donggala. Geodika: Jurnal Kajian Ilmu Dan Pendidikan Geografi, 6(2), 254–263. https://doi.org/10.29408/geodika.v6i2.6588
Samsudin, Sadili. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Pustaka Setia.
Sigit Setiageni. (2011). Proses Pemulihan Bencana Gempa Pada Tahun 2009 Di Kota Padang. Skripsi Tidak Diterbitkan. Universitas Indonesia: Depok.