Pengembangan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran Geografi Berbasis Ecopedagogy Pada Peserta didik Di Lingkungan Pesisir Karawang Jawa Barat
Keywords:
Pembelajaran Geografi, Ecopedagogy, Kepedulian Lingkungan PesisirAbstract
Kepedulian lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang berorientasi pada upaya pencegahan kerusakan lingkungan serta perbaikan terhadap kerusakan alam yang telah terjadi, khususnya di wilayah pesisir. Pembelajaran geografi berbasis ecopedagogy dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan peserta didik karena mengintegrasikan pembelajaran dengan kondisi lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran geografi berbasis ecopedagogy terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik SMA yang berada di lingkungan pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan populasi penelitian yaitu peserta didik SMA di wilayah pesisir. Aspek yang dikaji dalam penelitian ini difokuskan pada ranah afektif sebagai indikator kepedulian lingkungan, yang meliputi: (1) apresiasi dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir, (2) respon dan pemikiran terhadap isu-isu lingkungan pesisir, (3) sikap menghargai pendapat dan pandangan orang lain terhadap lingkungan pesisir, serta (4) keterbukaan dalam menghadapi permasalahan dan pengelolaan lingkungan pesisir. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran geografi berbasis ecopedagogy berkontribusi positif terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik pada keempat indikator afektif yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran geografi berbasis ecopedagogy efektif dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan peserta didik SMA di wilayah pesisir.
References
Gardner, P. L. (1975). Studies in Science Education. (2), 1-41.
Kahn, R. 2010.critical pedagogy, Ecoliteracy and planetary crisis. New York:peter lang.
Kahn, R. 2008. From education for sustainable development to ecopedagogy : sustaining capitalisn sustaining life? Green theory & practice: the journal of ecopedagogy. Volume 4 No. 1 2008. pp 1-14.
Kollmuss, A., & Agyeman, J. (2002). Mind the gap: Why do people act environmentally and what are the barriers to pro-environmental behavior? Environmental Education Research, 8(3), 239–260
Lai, O.K. (2000). Greening of hong kong; Froms of maniferstation of environmental movement. In: the dynamics of social movement in hong kong, chiu, S.W.K and T.L liu. Hong kong University press, 259-296
Lee, K (2008).Opportunities for green market ing : young consumer”, Marketing intelligence & Planning. VOL. 26, No 6, 573-586
Lee, J. A. and S. J. S. Holden (1999), ‘‘Understanding the Determinants of Environmentally Conscious Behavior,’’ Psychology and Marketing 16(5), pp. 373–392
Maloney, M. P., Ward, M. P. & Braucht, G. N. (1975). Psychology in action: a revised scale for the measurement of ecological attitudes and knowledge. American Psychologist 30, 787-790
Muhaimin (2015) membangun kecerdasan Ekologis, Model pendidikan untuk meningkatkan kecerdassan ekologis, Bandung : Alfabeta.
Muhaimin (2015) Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Lokal Dalam Mengembangkan Kompetensi Ekologis Pada Pembelajaran IPS, SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 2 (1). .
Ryan. A.M. (2001). The peer group as a contex for the development of young andolescent motivation and achievement. child development, vol. 72 1135-1150
Waterman, A.S. (2004). finding someone to be : studies on the role of intrinsic motivation in identity formation. Identity. Vol. 4 209-228.
Witherington, Henry Carl .(1952). Educational psychology. Edition revised. the University of California