PERANAN STORYTELLING TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KELOMPOK B2 TK NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU
Kata Kunci:
: Storytelling, Perkembangan Bahasa Anak Usia DiniAbstrak
Masalah yang dikaji dalam artikel ini perkembangan bahasa
seperti anak bisa menceritakan kembali cerita, anak bisa menjawab
pertanyaan yang diberikan, dan kemampuan bertanya. Upaya
mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui
peranan metode storytelling terhadap keterampilan berbahasa anak di
kelompok B2 TK Negeri Model Terpadu Madani Kelurahan Talise
Kecamatan Mantikulore. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini
adalah anak dikelompok B2 TK Negeri Model Terpadu Madani
berjumlah 11 anak, terdiri dari 5 anak perempuan dan 6 anak laki-laki,
terdaftar tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis dengan
teknik presentase. Data sebelum perlakuan aspek menceritakan kembali
cerita BSH 18%, MB 27%, BB 54%. menjawab pertanyaan BSH 27%,
MB 18%, BB 54%. Kemampuan bertanya BSH 45%, MB 18% BB
36%. Sesudah melaksanakan Metode Storytelling kemampuan aspek
menceritakan kembali cerita BSB 18%, BSH 27%, MB 36%, BB 18%.
Menjawab pertanyaan BSB 18%, BSH 36%, MB 27%, BB 18%.
Kemampuan bertanya BSB 36%, BSH 36%, MB 18%, BB 9%. Ratarata ketiga aspek yang diamati sebelum perlakuan kategori BSB, BSH
dan MB 88%. Sesudah perlakuan kategori BSB, BSH, dan MB 99%.
Dapat disimpulkan ada peranan metode storytelling terhadap
perkembangan bahasa anak usia dini terbukti ada peningkatan 11%
kategori BSB, BSH dan MB dari semua apek yang diamati.