PENERAPAN METODE BELAJAR SAMBIL BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS III SDN WATUTAU
Keywords:
Kedisiplinan siswa; Metode belajar sambil bermain; Pendidikan jasmani; Penelitian tindakan kelas; Permainan tradisionalAbstract
Kedisiplinan merupakan kompetensi karakter mendasar yang menopang keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar. Observasi awal di SDN Watutau menunjukkan rendahnya kedisiplinan siswa kelas III, antara lain sering terlambat, berpakaian tidak sesuai aturan, kurang memperhatikan penjelasan guru, dan tidak mematuhi instruksi. Kondisi tersebut berkaitan dengan pembelajaran yang konvensional dan monoton serta kurang sesuai dengan karakteristik anak pada tahap operasional konkret. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan siswa melalui penerapan metode belajar sambil bermain dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan (2 × 70 menit), dengan subjek seluruh siswa kelas III yang berjumlah 24 orang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi 15 aspek dan keabsahannya dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Permainan inti yang diterapkan adalah Bola Kasti pada Siklus I dan Hadang pada Siklus II, dengan pemanasan Petak Jongkok dan pendinginan Slepdur. Indikator keberhasilan ditetapkan minimal 85,00%. Hasil menunjukkan rata-rata kedisiplinan meningkat dari 79,31% pada Siklus I menjadi 95,14% pada Siklus II, dengan capaian pada pertemuan terakhir masing-masing 82,50% dan 96,94%. Dengan demikian, metode belajar sambil bermain terbukti efektif meningkatkan kedisiplinan siswa kelas III SDN Watutau.

